Sabtu, 19 Januari 2013
Sore hari ini aku kembali menatap langit sambil mengagungkan keindahan ciptaan-Nya yang tak terlukis dengan berjuta kata manis. Seperti biasa, sejenak ku hirup udara sore yang sejuk dan tak terasa degup jantungku menjadi sangat cepat karena tak sabar menanti malam yang akan segera tiba. Ya, entah kenapa aku selalu lebih memilih untuk menunggu malam datang dibandingkan dengan berada di hari yang tak kunjung usai.
Semua hal yang telah aku lalui selama satu tahun terakhir kembali menyeruak dan mengganggu alam sadarku.
"Aku tak yakin ini akan menjadi perjalanan yang sukes, atau paling tidak memberikan sedikit hasil yang menggembirakan bagiku." Pemikiran seperti ini yang selalu menggangguku. Pemikiran yang menggoyahkan rasa percaya diriku. Pemikiran yang mengganggu konsistensiku. Selalu saja begitu. Akan terus sama seperti itu.
******
Rabu, 6 Februari 2013
Entah siapa yang salah dan siapa yang benar. Jika memang aku yang telah berbuat dosa, aku harap Tuhan masih mau memaafkan khilafku. Dan jika memang kau yang benar-benar telah berubah sikap padaku, aku harap setidaknya kau memberi penjelasan seberapa penting arti hadirku dalam hidupmu. Tak bermaksud manja, hanya saja aku terbiasa sebisa mungkin membuat orang lain nyaman atas kehadiranku.
******
Selasa, 12 Maret 2013
"Sudah sebulan ini kita tak bertemu. Apa kabarmu?"
Memang ada banyak hal yang belum dapat diutarakan secara gamblang di antara kita berdua. Ini juga-lah yang menjadi penyebab kecanggunganku setiap kali bertemu kembali denganmu.
Beberapa waktu yang lalu, aku berusaha menghindar darimu hanya sekedar mencegah mataku bertatap langsung dengan matamu. Membiarkan kau sendiri menatapku dengan penuh kebingungan tak tentu. "Ada apa dengan gadis ini? Marahkah padaku? Atau justru dia kini jauh lebih berani hingga mampu membenciku? Aku harap ia menjelaskan jika memang aku membuat kesalahan yang dirasa mengganggu."
Ya. Meskipun aku sengaja tak membiarkan mataku bertatap langsung dengan matamu, aku masih memiliki dua bola mata lain yang dengan sukarela menjelaskan bagaimana reaksimu. "Aneh sekali tatapannya. Seperti melihat ada bagian yang robek dari bajumu, hahaha." Aku hanya diam, sesekali tertawa kering karena sudah tak mampu memberi reaksi berlebih atas peristiwa itu.
Ini kali kedua kau menatapku seperti itu. Masih ingat dengan pertemuan kembali kita di jam-jam sibuk manusia dengan nafsu perut mereka yang luar biasa?
Sensorikku mampu membaca kebedaraanmu di sana. Dan aku yakin, kau juga mampu merasakan kehadiranku. "Ah, sial! Sebulan ternyata mampu menciutkan nyaliku hingga lima puluh persen lebih!" aku hanya bisa mengutuki diri tanpa mampu berbuat banyak, bahkan jika diharuskan sekedar menyapamu.
******
Sabtu, 23 Maret 2013
Aku mulai berani membuat keputusan penting dalam hidupku.
Ini kali pertama aku berkata "Ya" dengan cukup berani meskipun tetap saja harus mengulur waktu terlebih dahulu.
Aku tak tahu harus memberi nama apa pada perasaan ini. Bingung.
Hingga tengah malam berlalu aku masih saja larut dengan pikiranku yang tak tentu. Ini dia yang kubenci, aku selalu dan harus selalu meragukan keputusanku.
"Don't promise when you're happy, don't reply when you're angry, don't decide when you're sad."
Aku tidak sedang dalam perasaan yang sedih ketika membuat keputusan ini. Tidak. Aku yakin telah mempertimbangkannya dengan matang.
Aku juga tidak sedang memberi janji ketika membuat keputusan ini. Tidak. Aku hanya berkata bahwa aku aku akan mencoba, tidak memberi janji.
Tapi, ya. Ya, aku memang membalasnya, tapi tidak dalam keadaan marah.
Memang tidak sepenuhnya membalas. Jika boleh ditarik kembali, akulah yang memulainya. Tidak ada yang sedang meminta, menanyakan, atau apapun itu. Akulah yang memulainya.
******
Jumat, 4 Oktober 2013
Terima kasih. Aku tahu aku masih harus melalui jalan panjang di depan sana. Aku akan memberikan yang terbaik untuk itu.
"Yuk, kita sama-sama menjadi lebih baik. Semakin dewasa bersama."
"I wanna grow old with you."
"Masih banyak yang harus kita pelajari. Kita sedang dalam proses belajar kan?"
"I hope you will not let me walk alone."
"Banyak manfaatnya kan kalau kita mau membuka hati?"
******
Tidak ada komentar:
Posting Komentar