Perduli apa lagi dengan semua mimpi-mimpi itu?
Aku bahkan tak yakin jika masih ada jalan untuk meraih mimpi itu. Sekedar membayangkan, sebatas mengkhayalkan, aku sudah sangat bosan melakukannya. Aku telah berusaha sebisaku untuk meraihnya. Tapi tak banyak yang aku dapatkan. Ya, mungkin aku terlalu serakah. Atau terlalu ambisius hingga tak bersyukur dengan segala kebaikan yang hadir padaku sampai detik ini.
Ah, andai saja aku seorang sosialita yang bisa menembus segala hambatan dengan bekal materi yang kumiliki. Andai aku secerdas para ilmuwan sehingga bisa menemukan rumus cepat, solusi atas segala ketidakpuasan ini. Mungkin aku harus menjadi seekor "kancil" dahulu, demi memikirkan langkah cerdik dan cepat untuk menggapai mimpi-mimpiku.
Kini yang menjadi fokus utamaku adalah bagaimana caranya aku menikmati hari ini, lalu berganti menjadi esok, dan esoknya lagi, seterusnya hingga aku menemukan makna kebahagiaan dari mimpi itu sendiri.
Kini yang menjadi fokus utamaku adalah bagaimana caranya aku menikmati hari ini, lalu berganti menjadi esok, dan esoknya lagi, seterusnya hingga aku menemukan makna kebahagiaan dari mimpi itu sendiri.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar