Kamis, 14 Maret 2013

Cinta Dalam Sekotak Kismis

"Coba kamu rasakan. Rasa asamnya berbeda dari rasa asam buah stroberi. Kismis memiliki rasa yang jauh lebih asam dengan sedikit sensasi rasa pahit. Berbeda dengan buah stroberi yang justru memiliki rasa manis dengan sensasi rasa asam yang menggelitik kita untuk mencoba lagi, lagi, dan lagi."

"........"

"Tapi, uniknya kismis dan stroberi itu 'gak bisa dimakan berbarengan, karena rasanya 'gak akan cocok. Kismis itu berteman dengan coklat, rasa mereka akan jadi lebih unik."

"........"

"Masih mau dicampur kismis atau buah stroberi nih?"

"Kalau memang kismis 'gak berteman dengan stroberi, kenapa masih ada orang yang justru suka kedua-duanya?"

"Siapa bilang mereka 'gak berteman? Aku cuma bilang kalau mereka punya sensasi rasa yang berbeda."

"Aku bodoh."

"Kenapa begitu?"

"Aku bahkan 'gak tahu hal sesederhana itu. Aku bahkan 'gak bisa membedakan rasa kismis dengan rasa stroberi. Aku terus dan selalu berpikir bahwa aku yang paling mengerti dan memahami. Pada kenyataannya, aku bahkan 'gak pernah mencoba menyukai keduanya."

"Kalau kamu 'gak suka, kenapa kamu ngotot mau bikin ini?"

"Nggak tau."

"Kamu bisa suka sesuatu kalau kamu mau. Kamu bisa melakukan sesuatu selama ada niat di hatimu. Kamu akan berhasil jika kamu memberikan usaha yang sepadan dengan hasilmu."

"Maksudnya?"

"Kamu tau kamu 'gak suka kismis ataupun stroberi, tapi kamu berusaha keras untuk bisa suka dengan kedua-duanya, berarti ada yang mempengaruhi kamu untuk suka dengan keduanya kan?"

"Bukannya aku 'gak suka dengan kismis ataupun stoberi, aku cuma mencoba untuk lebih suka dengan keduanya kok."

"Oke, kamu menang. Should we start now?"

"Ajari aku. Ajari aku untuk lebih menyukai keduanya. Ajari aku mengerti bahwa keduanya berbeda namun sama-sama menawarkan rasa yang menarik."

"Mereka asam lho.."

"Sejauh apa aku perduli dengan rasa asam itu? Yang aku tahu ada seseorang di luar sana yang menyukai keduanya. Dan aku tahu ternyata aku menyukai orang itu."

"Karena itu kamu mencoba untuk menyukai kismis dan stoberi?"

"Mungkin.."

"Salah. Jawabannya: Ya."

"........."

"Suka? Hanya sebatas perasaan suka?"

"Apalagi kalau bukan rasa suka?"

"Perasaan yang lainnya? Kagum mungkin? Atau..."

"Atau cinta? Begitu kan maksudnya?"

"Paling tidak kamu mengakuinya tanpa aku paksa. Hahahahaha."

"........."

"Ngomong-ngomong, di mana kamu menemukan rasa cinta itu?"

"........."

".......?"

"Di dalam sekotak kismis."

Tidak ada komentar:

Posting Komentar